Lihat

Kata “lihat” di antaranya dipadankan dengan kata Ibrani hen (yang dibentuk dari susunan huruf-huruf “he-sere-nun”) atau hineh (he-hiriq-nun dagesh forte-sere-he), yang keduanya diturunkan dari akar induk kata hn (he-nun).

Sebagaimana kita ketahui, bahwa setiap huruf Ibrani modern yang kita kenal sekarang ini pada awalnya berupa gambar-tulisan (piktograf) yang mengandung makna tertentu. Huruf “he” dalam piktograf Ibrani kuno berupa gambar seorang yang mengangkat keduatangannya tanda kekaguman karena suatu penglihatan yang menakjubkan. Sedangkan huruf “nun” adalah gambar benih yang sedang bertumbuh, yang di antaranya mengandung makna “kelanjutan”. Gabungan kedua gambar tersebut berarti “suatu pandangan ke arah sesuatu secara terus-menerus”.

“Lihat, itu hamba-Ku…”

Dalam kitab Yesaya 42:1, seperti dikutip Tuhan Yesus dalam dalam Matius 12:18, nabi Yesaya menulis, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.”

Hamba yang dibicarakan nabi Yesaya dalam ayat di atas adalah Tuhan Yesus, Sang Mesias. Dia akan diurapi Roh Kudus untuk melaksanakan tugas penebusan bagi manusia. Dia seorang misioner yang membawa norma Allah kepada semua bangsa.

Sang nabi, yang telah menuliskan nubuatan ini antara pertengahan abad ke-8 BC hingga akhir abad ke-7 BC, menyampaikan firman Allah yang meminta agar umatNya “memandang secara terus-menerus ke arah hambaNya atau orang pilihanNya atau orang yang kepadaNya Ia berkenan”.

Dalam konteks Perjanjian Lama, Sang Nabi menyerukan agar umat Tuhan tidak henti-hentinya menyelidiki terus-menerus berita kedatangan Sang Mesias itu. Sehingga, mereka dapat mengarahkan pandangannya dan percaya kepada Sang Mesias yang dijanjikanNya itu. Sebab, dari situlah Tuhan membangkitkan pengharapan Yehuda.

Implikasi

Nubuat para nabi, perkataan dan perbuatan Tuhan Yesus selama hidupNya, dan kesaksian para murid dan rasul tentang Tuhan Yesus Kristus akan sangat meneguhkan iman umat Tuhan. Mari kita terus-menerus mengarahkan pandangan kita kepada Dia terhadap setiap kesaksian yang sudah dicatat dalam Kitab Suci!

Peristiwa-peristiwa dalam hidup kita tidak ada yang kebetulan di mata Tuhan. Apa pun peristiwa yang kita alami itu diarahkan Tuhan supaya kita menerima kasih dan anugerahNya. Mari kita terus-menerus mengarahkan pandangan kita kepada Dia terhadap setiap peristiwa dalam kehidupan yang kita alami!

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber sebagai bahan rujukan)

~ by cheniuntajana on February 4, 2009.

Leave a Reply