Huruf T

“…Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu,

jangan singgung!…” (Yehezkiel 9:6)

Apa yang menarik dengan huruf T (Yehezkiel 9:4,6), yang menjadi tanda pada dahi orang-orang yang dihindarkan dari hukuman Tuhan?

Huruf T (Alkitab terjemahan LAI) merupakan transliterasi untuk huruf “taw” (taw dagesh lene-qames-waw), huruf terakhir dalam abjad Ibrani. Dalam piktograf Ibrani kuno huruf “taw” merupakan gambar dua tongkat menyilang yang membentuk salib. Gambar itu berarti tanda.Tanda berfungsi untuk menegaskan, memperkuat, atau menetapkan sesuatu. Jika tanda dibubuhkan pada suatu dokumen, maka tanda tersebut akan membuktikan kebenarannya.

Dalam kitab Yehezkiel gambar salib tersebut dipakai menjadi tanda pada dahi orang-orang yang diselamatkan Tuhan. Mereka yang bertanda salib di dahinya itu dibebaskan dari hukuman Tuhan. Gambar itu Tuhan pakai untuk menegaskan, memperkuat, atau menetapkan orang-orang pilihanNya untuk diselamatkan dari murkaNya. Sekalipun itu hanya sebuah tanda, tapi hal itu telah ditetapkan Tuhan sendiri dan pasti Ia membuktikan kebenarannya.

Penggenapan nubuatan Yehezkiel itu berdimensi ganda: dimensi ke-kini-an dan ke-akan-an. Mari kita lihat dua dimensi ini! Pada tahun 597 SM, sang nabi meyampaikan nubuatannya setelah menerima penglihatan di sungai Kebar. Saat itu ia bersama-sama para buangan yang dibuang ke negeri Babel. Apa yang terjadi dalam sejarah Yehuda 11 tahun kemudian? Pada tahun 586 SM Yerusalem dimusnahkan. Itulah dimensi kekinian penggenapan nubuatan Yehezkiel. Nubuatannya telah digenapi!

Bagaimana dengan dimensi keakanan penggenapan nubuat Yehezkiel? Jika dimensi kekinian sudah tergenapi, dimensi keakanan pun akan digenapi. Artinya: orang yang tidak mau taat kepada Allah, akan dihukum.

Salib Tuhan Yesus

Pada zaman Yehezkiel tanda salib ditetapkan Tuhan menjadi penanda bagi orang-orang yang diselamatkanNya. Pada zaman Perjanjian Baru salib pun dipakaiNya sebagai penanda karya penyelamatan Tuhan bagi orang-orang yang dibebaskan dari murkaNya. Bukankah oleh salib itu manusia berdosa telah dilenyapkan perseteruannya dengan Allah (bandingkan Efesus 2:16)?

Salib telah ditetapkan Allah menjadi tanda dalam Perjanjian Lama dan karya dalam Perjanjian Baru untuk membebaskan manusia dari hukuman Allah.

Karena itu, mari kita terus camkan betapa agungnya karya Kristus di kayu salib itu! “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Petrus 2:24).

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber sebagai bahan rujukan)

~ by cheniuntajana on February 4, 2009.

Leave a Reply