Anak

Anak merupakan bagian dari anggota keluarga. Apakah arti kata “anak” ditinjau dari tulisan Ibrani kuno?

Dalam bahasa Ibrani kata tersebut berpadanan dengan kata ben, yang tersusun dari huruf-huruf Ibrani “bet dagesh lene-sere-nun”, yang diturunkan dari akar induk kata bn (bet-nun).

Tulisan Ibrani mula-mula (Ibrani kuno), huruf “bet” merupakan sebuah gambar (piktograf) denah ruangan tenda yang di antaranya melambangkan rumah atau keluarga. Sedangkan huruf “nun” adalah gambar sebuah benih yang mulai tumbuh dan di antaranya mengandung makna “pelestarian” sebagaimana benih meneruskan generasi berikutnya. Gabungan dua gambar tersebut berarti “meneruskanrumah”.

Kata “anak” disamakan dengan ide “meneruskan rumah” dalam alam pikiran orang Ibrani. Hal tersebut berasal dari ide membangun tenda. Tenda dibangun dengan tenunan rambut kambing. Karena matahari mengelantangnya terus-menerus, maka tenunan tersebut akan rapuh dan mengharuskan pemilik tenda menggantinya dari waktu ke waktu. Tenunan yang terbaru akan dipasang sebagai atap, sedangkan tenunan lama akan ditambahkan ke dinding atau lantai tenda. Tanpa penggantian seperti itu, tenda akan punah.

Sebuah keluarga juga akan mengalami kepunahan jika seorang anak tidak dilahirkannya. Ia akan menggantikan orang tuanya yang mulai tua dan nantinya akan mati. Anak akan menjalankan peran “meneruskan rumah” sebagaimana panel tenunan rambut kambing yang baru menggantikan yang lama. Ia akan memperbarui garis keluarga, seperti halnya panel tenunan rambut kambing yang baru memperbarui tenda.

Percaya Yesus Menjadi Anak-anak Allah

Yohanes 1:12 mencatat hal yang luar biasa bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, yaitu mendapat kuasa menjadi anak-anak Allah.Kata “anak-anak” di ayat tersebut, dalam terjemahan berbahasa Ibrani, menggunakan kata berbentuk jamak, yang berasal dari bentuk tunggal ben.

Dengan demikian, saya dan Anda yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus diberi kuasa menjadi “penerus rumah” Allah atau “penerus keluarga” Allah. Garis keluarga Allah akan terus berlanjut melalui saya dan Anda, anak-anakNya, yaitu jika kita memberitakan Injil Tuhan Yesus Kristus. Dengan pemberitaan Injil, orang yang percaya akan menjadi anak-anak Allah dan mereka mendapat kuasa menjadi “penerus keluarga” Allah, seperti kita. Demikian seterusnya, “penerus-penerus keluarga” Allah akan bermunculan sejalan dengan munculnya anak-anak Allah.

Bukankah mendapat kuasa menjadi “penerus-penerus keluarga” Allah merupakan hal yang teristimewa dalam hidup kita?

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber sebagai bahan rujukan)

~ by cheniuntajana on February 4, 2009.

Leave a Reply